KEPRI I Media24jam.com – “Kabid SDA Binamarga Pemko Batam, Wantaufik. ST.MT., di nilai lalai dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Batam. Dari tahun ke tahun, jika turun hujan Kota Batam selalu banjir. Apa kerja, Wantaufik ?. Dia sangat layak di ganti !”.
Hal itu di tegaskan Aktivis Serat, L. Panjaitan, kepada media24jam.com yang menyoroti kinerja pejabat itu pada, Kamis (30/5/2024), di Nagoya. Menurutnya setiap tahun APBD Kota Batam telah menggelontorkan milyar-an rupiah untuk membuat kanal atau drainase dalam mengatasi banjir. Namun ketika hujan turun masih saja Kota Batam selalu terendam banjir parah. Khususnya terjadi di pusat perekonomian Kota Batam. Seperti Nagoya – Jodoh dan perumahan warga.
“Kita menduga APBD untuk penanganan banjir lebih banyak di pakai untuk kepentingan pribadi oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA). Jadi penggunaan APBD di SDA ini wajib di audit oleh pihak penegak hukum,” saran-nya.
Dari hasil penelusuran media24jam.com, Wantaufik, adalah merupakan adik dari, Wandarusalam, yang memiliki rangkap jabatan strategis di pemerintahan Kota Batam. Di satu sisi, Wandarusalam, menjabat sebagai Kepala Bappeda Pemko Batam. Di sisi lain dia juga menjabat sebagai anggota 4 Bidang Pengusahaan atau Deputi IV BP Batam.
Dengan adanya rangkap jabatan yang sangat berpengaruh dari sang abang ini, jadi wajar saja, Wantaufik, bisa duduk enak di “Kursi Basah” Dinas BMSDA. Kini dia menjabat sebagai Kabid SDA. Namun kinerjanya Minus Prestasi. Sebab Miliaran Rupiah APBD di gelontorkan ke Bidang SDA faktanya tidak mampu mengatasi persoalan banjir di Kota Batam.
Persoalan banjir memang termasuk kasus yang paling menonjol di sorot oleh masyarakat Kota Batam. Hal itu terkait oleh adanya sistim drainase buruk dan tidak sesuai dengan Master Plant. Ujung-ujungnya tentu masyarakat akan menilai kinerja Walikota Batam, HM Rudi, tidak becus. Padahal jika di tarik ke belakang justru kinerja Kabid SDA yang secara fakta menjadi titik masalah. Di antaranya soal pengelolaan dana anggaran APBD setiap tahun yang tidak sesuai dengan fungsi dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Batam.
Dari data di miliki medi24jam.com dan perhitungan sementara, jumlah anggaran APBD setiap tahun dan mengalir ke Bidang SDA mencapai di angka lebih kurang Rp25 Miliar, bahkan lebih. Namun dari data tersebut banyak terdapat, dana anggaran itu di pakai untuk kepentingan pribadi Bidang SDA di banding usaha untuk mengatasi persoalan Banjir di Kota Batam. Dan di duga ada “Proyek Fiktif”.
Baca Juga: Rawan Korupsi ! Disdik Kepri Percayakan Komite SMKN di Batam Kelola DAK APBN 2022 Milyaran Rupiah
Media ini telah berusaha melakukan konfirmasi ke Kabid SDA, Wantaufik, ST, MT., terkail hal tersebut namun dia selalu menghindar. “ Maaf saya ada rapat mendadak di Pemko,” ujar dia singkat saat akan di wawancarai. (Handreas Seru)
Artikel Lainnya:
- Pileg 2024: Tiga Mantan Wartawan Lolos ke Gedung DPRD Kota Batam Periode 2024-2029
- Gelper Batam: Satgas Berantas Judi Online Tidak Sentuh Gelanggang Perjudian Elektronik
- Sekwan DPRD Kota Batam Hari ini Diganti
- Anggota DPRD Batam ini Sangat Kaget, Pokir Proyek Drainase di Korupsi Dilaporkan ke Kejari
- Duh ! Dermaga Dua ASDP Telagapunggur Jadi Jalur “Penyelundupan”




